Saturday, February 16, 2013

Psikologi Organisasi



PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN
PASACASARJANA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
UJIAN AKHIR SEMESTER
 

Nama             : Elyasa
No. Reg         : 7616 120 159
Motto             : Yakin, Usaha, Sampai
Mata kuliah   : Orientasi baru dalam Psikologi
Dosen            : Prof. Dr. H. Mukhneri Mukhtar, M.Pd

Soal:
“organizational commitment is defined as desire on the part employee to remain a member of the organizations”, terdiri dari indikator ; (1) affective commitment, (2) continuance commitment, (3) normative commitment. Menurut Colquit, et.al., ada beberapa faktor yang mempengaruhi atau penyebab munculnya komitmen organisasi yang dilihat dari organizational mechanism, group mechanism, individual characteristics dan individual mechanism.
1.  Jelaskan komitmen organisasi yang dilihat dari indikator tersebut di atas, dengan memberikan contoh pada lembaga anda kerja.!
Jawab: Menurut Colquitt, Lepine dan Wesson dalam bukunya “Organizational Behavior: Improving, Performance and Commitment in the Workplace” (2009), menyebutkan ada tiga jenis/indikator komitmen organisasi, yaitu: pertama affective commitment merupakan keinginan kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi karena adanya ikatan emosional (emotion-based reasons) dengan sesama karyawan, dan keterlibatan dalam organisasi. Kedua, continuance commitment dijelaskan sebagai keinginan yang kuat untuk tetap menjadi anggoata organisasi karena adanya kesadaran akan kerugian atau kehilangan (cost-based reasons) yang timbul bila meninggalkan organisasi, sehingga perlu merasa bertahan menjadi bagian dari organisasi. Ketiga, normative commitment merupakan keinginan kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi karena merasa berhutang kepada organisasi (obligation-based reasons) sehingga merasa berkewajiban itu. Jadi bagi seorang karyawan yang memiliki komitmen organisasi, ia memiliki keinginan yang kuat untuk tetap bertahan menjadi anggota organisasi meskipun alasanya mungkin karena emotion-based reasons, cost-based reason atau obligation-based reason.
Contohnya: ditempat saya bekerja (SMKN 4 Bima – NTB), bahwa para guru (tua-muda, PNS, dan Honorer) tetap bertahan pada Lembaga sekolah dikarenakan adanya rasa ikatan kekeluargaan atas dasar satu daerah, teman sepermainan, akan tetapi selain itu juga ada beberapa guru yang tetap bertahan mengajar karena membutuhkan pekerjaan tersebut untuk memenuhi nafkah hidupnya.
2.  Jelaskan factor-faktor yang menyebabkan atau mempengaruhi munculnya comitmen organisasi dari sudut pandang psikologis organisasi.
Jawaban : Komitmen organisasi merupakan sebuah gejala yang timbul dari suatu kondisi psikis (kejiwaan) seseorang/anggota organisasi untuk berkeinginan kuat tetap berada dan menjadi bagian dari organisasi tersebut baik secara terpaksa maupun tidak. Sebagaimana yang dikutip oleh McShane dan Von Glinow dalam R.D Hackett, P. Bycio, and P.A. Hausdorf, “Futhur Assessments of Meyer and Allen’s” (1991) Three-component Model of Organization Commitment, Journal of Applied Psychology 79” (1994:15-23) komitmen organisasi dipengaruhi oleh; a) keadilan dan dukungan, b) nilai-nilai bersama, c) kepercayaan, d) pemahaman organisasi, dan e) keterlibatan pegawai. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh George dan Jones dalam bukunya “Understanding and Managing Organizational Behavior” (2005;75), “organizational commitment is the collection of fellings and beliefs that have about their organization as a whole”. Artinya bahwa komitmen organisasi lahir dari kumpulan perasaan dan kepercayaan yang dimiliki anggota organisasi tentang organisasi dan keseluruhanya. Diperkuat juga oleh O’Reilly dalam Mullins (2005;901) yang mengatakan bahwa komitmen organisasi adalah ikatan psikologis yang dimiliki oleh individu terhadap organisasi, mencakup rasa keterlibatan didalam pekerjaan, loyalitas, dan kepercayaan terhadap nilai-nilai yang dianut organisasi. Colquitt, et. al (2009:67) mengistilahkan kondisi tersebut dengan affective commitment, continuance commitmen, and normative commitment.
Dari berbagai teori di atas, maka ada beberapa factor yang menyebabkan munculnya komitmen organisasi dari sudut pandang psikologis, diantaranya :
a.    Rasa kepuasan kerja (Job satisfaction)
b.    Rasa keadilan
c.    Motivasi
d.    Rasa kepercayaan
e.    Adanya etos kerja yang tinggi
f.     Stress
g.    Pengambilan keputusan
3.  Jelaskan pula kenapa factor-faktor tersebut dapat menyebabkan munculnya komitmen organisasi.
Jawab: Dari berbagai factor psikologis di atas, maka akan dijelaskan keterkaita/pengaruhnya dengan komitmen organisasi:
a.    Rasa kepuasan kerja, (Job satisfication) adalah perasaan menyenangkan yang dirasakan oleh seseorang yang timbul dari hasil penilaianya terhadap pekerjaan dan pengalaman kerjanya sehingga akan menimbulkan sebuah komitmen terhadap pekerjaanya atau tempat dia bekerja (organisasi). Kepuasan kerja dapat diteliti dan diamati berdasarkan sikap serta keinginan yang diharapkan seseorang atas pekerjaanya.
b.    Rasa keadilan adalah persepsi seseorang terhadap kejujuran/keadilan yang dilakukan oleh pemegang otoritas di dalam pengambilan keputusan tentang outcomes yang diperolehnya. Hal ini akan sangat mempengaruhi kinerja dan loyalitas karyawan terhadap pekerjaan atau pemimpinya.
c.    Motivasi merupakan suatu dorongan yang kuat, tingkat usaha individu dalam melakukan tugas/pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik yang timbul dari internal maupun eksternal. Seseorang dengan motivasi yang tinggi maka akan memiliki loyalitas terhadap oganisasinya.
d.    Rasa kepercayaan, ialah keyakinan timbale balik berdasarkan pengharapan positif kepada niat dan tindakan otoritas dalam kaitanya dengan pelaksanaan tugas, kewenangan dan tanggung jawab yang secara operasional sesuai dengan pencapaian tujuan organisasi. Kepercayaan terhadap otoritas meningkatkan/berkembang ikatan emosional dan rasa kewajiban.
e.    Adanya etos kerja yang tinggi. Etos kerja adalah sikap dasar yang dimiliki individu/kelompok yang diterapkan dalam bekerja untuk mencapai tujuan dengan dilandasi oleh nilai-nilai dan norma-norma yang dianut dan dipengaruhi cara pandang tentang kerja dengan melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggungjawab, menghargai waktu, pantang menyerah, dan membangun hubungan komunikasi yang baik serta dapat diandalkan.
f.     Stress, sebagai suatu kondisi dinamis di mana individu dihadapkan pada kesempatan, hambatan dan keinginan dan hasil yang diperoleh sangatlah penting tetapi tidak dapat dipastikan. Stres kerja adalah dikarenakan adanya ketidakseimbangan antara karakteristik kepribadian karyawan dengan karakteristik aspek-aspek pekerjaannya dan dapat terjadi pada semua kondisi pekerjaan. Semakin tinggi tingkat stres seseorang maka akan berdampak pada menurunya kinerja seseorang dan loyalitasnya pada pekerjaan.
g.    Pengambilan keputusan merupakan kegiatan pemilihan alternative yang disediakan untuk menciptakan tujuan organisasi. Keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan. Masalahnya telebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada. Mungkin argumen terkuat untuk pengambilan keputusan kelompok adalah bahwa setiap hal mengarah pada kepuasan tiap anggota akan meningkat dan komitmen anggota lebih besar terkait tindakan yang diputuskan.
4.  Jelaskan indicator dari masing-masing variabel yang membentuk komitmen organisasi, dengan memberikan gambaran/contoh sesuai dengan pemahaman anda yang ditinjau dari konsep psikologi organisasi.
Jawab: Dari berbagai factor (variabel) yang yang dapat mempengaruhi terwujudnya suatu komitmen organisasi yang telah dijelaskan di atas, maka dapat disusun item-item indicator dari variabel-variabel tersebut.
a.    Rasa kepuasan kerja (Job satisfaction)
Ø  Adanya peningkatan gairah kerja
Ø  Adanya semangat kerja yang tak mengenal waktu
Ø  Perasaan kerja tanpa pamrih
Ø  Adanya perhatian dan focus pada karir
Ø  Adanya perasaan senang menghargai pekerjaan sendiri
b.    Rasa keadilan
Ø  Adanya rasa adil dalam pembagian upah
Ø  Adanya rasa adil dalam pemberian penghargaan
Ø  Adanya rasa adil dalam proses evaluasi
Ø  Adanya rasa adil dalam pembagian tugas
Ø  Adanya rasa adil dalam pemberian promosi
c.    Motivasi
Ø  Keinginan untuk melaksanakan pekerjaan
Ø  Berusaha meningkatkan kemampuan
Ø  Mempunyai tanggungjawab dan mau menerima tantangan
Ø  Adanya keinginan untuk memperoleh prestasi
d.    Rasa kepercayaan
Ø  Adanya harapan positif
Ø  Memberikan kesempatan bertindak
Ø  Melakukan komunikasi
Ø  Membina hubungan sosial
Ø  Adanya anggapan positif
e.    Adanya etos kerja yang tinggi
Ø  Menghormati dan menghargai orangn lain,
Ø  Tanggung jawab,
Ø  Kondisi kerja yang kondusif,
Ø  Keharmonisan,
Ø  Kelanjutan hubungan,
Ø  Kerja sama.
f.     Stress
Ø  Adanya perasaan cemas, khawatir, takut dan lepas kendali
Ø  Rasa lelah, jantung berdebar dan adanya rasa sakit
Ø  Buruknya anggapan dan keyakinan terhadap sesuatu.
g.    Pengambilan keputusan
Ø  Mengidentifikasi masalah
Ø  Menyembangkan alternative
Ø  Menyeleksi alternative
Ø  Mengimplementasikan alternative
Ø  Memonitoring alternative yang dipilih

No comments:

Post a Comment